4.29.2014

ADS-B on MR3020


File name: openwrt-ar71xx-generic-tl-mr3020-v1-ads-b.bin
Size:   3.75 MB (3,932,160 bytes)
Description: openwrt firmware for tplink MR3020 that support rtl-sdr dongle and have dump1090 to decode ads-b signal
Distribution : freeware
Md5checksum: 87b86e1f456c10d66c54845440358c3b

 Download link: click here 

Preview


Need help
# dump1090 -h
Unknown or not enough arguments for option '-h'.
--device-index Select RTL device (default: 0).
--gain Set gain (default: max gain. Use -100 for auto-gain).
--enable-agc Enable the Automatic Gain Control (default: off).
--freq Set frequency (default: 1090 Mhz).
--ifile Read data from file (use '-' for stdin).
--interactive Interactive mode refreshing data on screen.
--interactive-rows Max number of rows in interactive mode (default: 15).
--interactive-ttl Remove from list if idle for (default: 60).
--raw Show only messages hex values.
--net Enable networking.
--net-only Enable just networking, no RTL device or file used.
--net-ro-port TCP listening port for raw output (default: 30002).
--net-ri-port TCP listening port for raw input (default: 30001).
--net-http-port HTTP server port (default: 8080).
--net-sbs-port TCP listening port for BaseStation format output (default: 30003).
--no-fix Disable single-bits error correction using CRC.
--no-crc-check Disable messages with broken CRC (discouraged).
--aggressive More CPU for more messages (two bits fixes, ...).
--stats With --ifile print stats at exit. No other output.
--onlyaddr Show only ICAO addresses (testing purposes).
--metric Use metric units (meters, km/h, ...).
--snip Strip IQ file removing samples < level.
--debug Debug mode (verbose), see README for details.
--help Show this help.
Debug mode flags: d = Log frames decoded with errors
D = Log frames decoded with zero errors
c = Log frames with bad CRC
C = Log frames with good CRC
p = Log frames with bad preamble
n = Log network debugging info
j = Log frames to frames.js, loadable by debug.html.

Simple execution: # dump1090 --interactive

get try...

3.14.2014

rickroll on mr3040


File name: openwrt-ar71xx-generic-tl-mr3040-v1 rickroll.bin
Size:   3.75 MB (3,932,160 bytes)
Description: openwrt firmware for tplink MR3040 ver 1 with with auto rickroller feature (every link that users wants to connect will leads into local index in ur openwrt).
Distribution : freeware
Md5checksum: 22c63099bd192db5a46a07ee02b02531

 Download link: click here

main issue:
  • Pretty same function with mr3020 auto rickroll, but this one used for TP-LINK MR3040 ver 1. this f/w also get several changes in package and the landing point.... :P 
  • Right after u flashing the router u will get "free@wifi.id" as ur SSID (Always think like a fish, no matter how weird it gets).
  • There is a lot of chance if u want to inject ur own payloads on it (just edit the index.html or make something new).
  • This firmware only contain some basic packages, there is no Luci there. So i remind u again...don't try if not familiar with flashing thru ssh terminal/putty or else. 
related source: 


12.06.2013

: Karakter alternatif

Mungkin sudah seminggu ini berbagai artikel tentang dokter lo terpampang dimana-mana. dia menjadi tiba2 karakter yg sangat menarik untuk dibicarakan. Pribadinya yg mengukur parameter keprofesionalan dari bagaimana dia bermamfaat, bukan dari bagaimana dihargai menjadi inti gagasan dari brbagai postingan di social media.  Kemunculannya benar-benar seperti karakter alternatif di tengah maraknya problematika dunia medis. Dan...soal itu karena di set awak jurnalis atau bukan?tak lagi  penting.

Para dokter melakukan aksi mogok, menkes berkoar2 tentang pekan kondom nasional yang disertai bus kelilingnya, terakhir ini juga disusul dengan pernyataan tentang lemak babi dalam vaksin di indonesia. Semua ditayangkan media tanpa putus dan siap sedia kapanpun menenggelincirkan opini masyarakat jadi...harapan itu tak ada lagi.

Tapi bukan sederetan masalah itu yang akan dan perlu ditampar dengan judul "Dokter Tanpa Tarif". Adalah simbolik "kalau miskin ya jangan sakit"lah yang harus di turunkan dari semua rumah sakit di Indonesia. Arogansi yang tercipta karna keuntungan/kapital menjadi segalany. Memperkuat kesenjangan sosial... ini si Kaya dan ini si bukan siapa-siapa.....wujud polaritas yg menyesakkan.

Dilain hal....ide kesehatan gratis yang digadang-gadangkan mereka berencana akan menjabat semakin memperparah simpul masalahnya. Menggelontorkan gagasan tanpa tahu bagaimana program tersebut dijalankan. Alhasil pengobatan tak layak, budget dan tenaga medis yang terbatas....tidak lagi menjadi concern mereka saat duduk di kursi kepemimpinan. Yang tadi begitu menjanjikan berakhir menjadi omong kosong.

Kembali ke mogoknya para dokter kemarin!. Dicibir memang bukan tujuan dari tuntutan dari aksi pemogokan tersebut, tapi itu adalah konsekuensi yang diperoleh jika aksi tersebut ditujukaan untuk mendapat pengahargaan pengabdiannya. IDI sebagai sebuah lembaga mungkin belum menyadari bahwa suatu benda bernama simpatik ini hari amat sangat langka. Terlebih pada sesuatu yang tak tentu akan berguna langsung bagi masyarakat. Belum lagi saat pemberitaan semua yang atas nama uang menyendera pasien saat tak bisa melunasi bonny...saat semua yang atas nama ketersinggungan memperkarakan pasien yang bekeluh lewat emailny. so...yang jadi pertanyaanny: kemana IDI saat itu?Apakah existensiny hanya untuk para dokter?lalu bagaimana caranya kami mengapresiasi aksi mogok itu jika anda mengambil posisi oppose dengan masyarakat kecil kebanyakan? .

Pertimbangkan lagi....sudah waktuny lembaga yang menaungi para dokter ini mebenarkan arah kemudinya. Jangan lagi terkodifikasi sebagai bagian dari burukny kapitalisme dunia medis. Bercerminlah pada sikap dokter lo luar biasa yang tak mengambil spesialisasi semata-mata karna ingin tetap dekat pasiennya, membaca dedikasiny itu sebagai sebuah teladan. Dan sekiranya memang perlu menghimpun kekuatan masa...maka itu haruslah berangkat dengan ide yang besar....berdiri diposisi terdepan bagi mereka benar2 terpinggirkan.

10.30.2013

Tempo Special Edition: Tan Malaka


Several day's ago, i got chance to chat with my of old friend. It has been 4 year's we be a part without any contact. I surprises she read this blog...she said "i like it", thanks...

We talk much about some topics that already i post...one of them is about Madilog by Tan Malaka n then she ask me if i could send her the complete articles from tempo magazines Tan Malaka editon...

Hmmm.....it makes me lit confused, cos that file is separated into large amount file. But lately i got idea to make it into ebook, n last night i finished that. 
Ok here it is...

Hope u all like it......happy reading..........C'ya
+ u can also get "GERPOLEK" here
PS: use foxit reader to open the ebook....*recommended

10.23.2013

[DIY] Danbo papercraft


the pattern pict can u get here

vid tutorial

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More